Berita KPU BANTUL

KATARSIS #4: SISTEM PEMILU DALAM PEMILU SERENTAK TAHUN 2024

Rabu, 23 Juli 2025 Pukul 09.00 WIB, Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Bantul melaksanakan KATARSIS seri 4 dengan tema Sistem Pemilu dalam Pemilu Serentak Tahun 2024. Mestri Widodo menyampaikan bahwa penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2024 mendasarkan pada UU No 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.   Selanjutnya dalam penjelasannya menyampaikan bahwa sistem pemilu untuk  penentuan  Presiden dan Wakil Presiden yang dipilih secara langsung oleh rakyat mengunakan suara terbanyak atau lebih dari 50 %  sesuai Pasal 416 UU No 7/2017; Jenis  Pemilu DPR dan DPRD menggunakan sistem proporsional terbuka sesuai dengan pasal 168 ayat (2) UU No 7/2017;  sedangkan jenis pemilu Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menggunakan sistem distrik berwakil banyak dan penentuan calon terpilihnya berdasarkan suara terbanyak peringkat 1 hingga 4 sesuai dengan Pasal 423 ayat (1) UU No 7 /2017.  Sesi katarsis diakhiri dipukul10.00 WIB dengan mengingatkan bahwa kegiatan ini bagian  upaya pengetahuan tentang kepemiluan untuk internal dan semoga menjadi keberkahan bersama,aamiin.

KPU BANTUL DAN UMY ADAKAN FGD SISTEM PEMILU BERSAMA PARTAI POLITIK

Sabtu, 20 Juli 2025 Pukul 08.30 WIB, bertempat di Ruang Simulasi Gedung Ki Bagus Hadikusumo UMY, KPU Bantul mengadakan kegiatan Kajian Tematik  Tahapan Teknis yang dikemas dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sistem Pemilu yang bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Peserta dalam forum FGD ini adalah 18 Parpol Peserta Pemilu 2024. Ketua KPU Bantul, Joko Santosa dalam sambutannya kegiatan FGD Sistem Pemilu ini, merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kita semua. Acara ini merupakan kolaborasi antara KPU dengan UMY yang juga melakukan riset mengenai Sistem Pemilu. Acara ini sejalan dengan instruksi KPU RI melalui Surat Dinas KPU Nomor 1109 Tahun 2025 yang memandatkan kepada KPU Kabupaten/Kota untuk melaksanakan kajian tahapan teknis kepemiluan. Melalui kegiatan FGD ini, Partai Politik tingkat Kabupaten diharapkan dapat berbagi ide dan pengalaman serta sharing ilmu bersama akademisi khususnya dari UMY mengenai sistem pemilu. Narasumber pertama dalam FGD ini adalah Prof. Iwan Satriawan, SH., MCL, PhD. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan materi evaluasi sistem pemilu di Indonesia dari prespektif hukum tata negara. Pemaparan materi kemudian dilanjutkan oleh Dr. phil. Ridho Al-Hamdi, MA yang juga merupakan Dekan Fisipol UMY. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan hasil risetnya yaitu berupa sistem pemilu Moderate List Proportional Representation (MLPR). Sistem MLPR ini mengambil kelebihan-kelebihan dari sistem Proporsional Terbuka dan Proporsional Tertutup. Sistem MLPR ini diharapkan memberikan dampak yang baik kepada Parpol dan pemilih. Selanjutnya dalam forum ini dibuka diskusi dan tanya jawab bagi peserta. Peserta dari unsur Parpol nampak antusias untuk berdiskusi mengenai sistem pemilu di Indonesia. Dalam FGD ini, turut hadir pula Kadiv Teknis KPU DIY, Tri Mulatsih dan Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho.

KETUA KPU BANTUL BERIKAN SOSIALISASI PENDIDIKAN MELALUI MASA PENGENALAN SEKOLAH SISWA (MPLS) DI SMA N 1 BANTUL

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan pemilih pemula dengan menggelar sosialisasi pendidikan pemilih di SMAN 1 Bantul. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian MPLS Hari ke-4 yang berlangsung hari ini, Kamis (17/7). Dalam lawatan istimewa tersebut, Ketua KPU Bantul, Joko Santosa, memberikan materi kepada 324 siswa kelas 10. Ia menjelaskan tentang pentingnya demokrasi dan mekanisme Pemilu di Indonesia. “Pemilu bukan sekadar pencoblosan, melainkan momen krusial di mana rakyat menentukan arah masa depan bangsa. Di dalamnya kita memilih anggota legislatif dan pemimpin eksekutif yang akan mengemban amanah rakyat,” ujar Joko Santosa di hadapan para siswa. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif bertanya dan berdiskusi. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SMAN 1 Bantul menyatakan bahwa kolaborasi dengan KPU sangat penting dalam membentuk karakter siswa yang kritis, demokratis, dan bertanggung jawab sebagai warga negara yang nantinya akan dipraktekkan secara langsung melalui PEMILOS.  

KPU BANTUL LAUNCHING BUKU SOSDIKLIH PARMAS PILKADA 2024

Kamis (17/7) KPU Kabupaten Bantul launching buku sosdiklih parmas SDM bertempat di Gedung DPRD Kabupaten Bantul. Acara yang dikemas secara hybrid ini mengundang Pimpinan DPRD, KPU DIY dan KPU Kabupaten/Kota se-DIY, serta stakeholder terkait, ormas, PPK dan PPS Pilkada 2024. Ketua KPU Kabupaten Bantul, Joko Santosa dalam sambutannya menyampaikan bahwa buku sosdiklih parmas ini bisa menjadi peninggalan dan peta bagi KPU dan masyarakat di masa yang akan datang. “Buku ini bisa menjadi legacy dan road map”, jelasnya. Ketua KPU DIY, Ahmad Shidqi, melaksanakan launching buku ini di hadapan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantul, Agung Laksmono dan Ketua Komisi A, Jumakir. Apresiasi dan selamat pada KPU Kabupaten Bantul atas launching ini. “Semoga bisa menginspirasi KPU Kabupaten/Kota yang lain”, harapnya. Dalam paparannya, Ketua Divisi Sosdiklih Parmas SDM KPU Kabupaten Bantul menyampaikan terima kasih kepada PPK dan PPS yang sudah menyelesaikan buku dengan segala jerih payahnya. Dimana buku ini bisa menjadi sumber data dan referensi kajian ilmiah bagi para akademisi. Dalam acara ini juga diserahkan Naskah Perjanjian Kerjasama antara KPU Kabupaten Bantul dengan 3 instansi yaitu Disdikpora, Kantor Kemenag dan Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Bantul. #KPUMelayani #pilkadaserentak2024 #Mitayani

KATARSIS #3: BERBAGI PENGALAMAN INOVASI UNTUK KPPS DALAM PERSIAPAN PELAKSANAAN PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA DI TPS DALAM PEMILU DAN PEMILIHAN SERENTAK TAHUN 2024

Rabu, 16 Juli 2025 Pukul 10.00 WIB, Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Bantul melaksanakan kegiatan Kajian Tematik Rabu Demokratis (KATARSIS) seri 3 dengan tema kajian Berbagi Pengalaman untuk jenis inovasi  dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024. Mestri Widodo menjadi pemateri berbagi pengalaman menyampaikan, tiga poin utama, pertama, KPU Bantul melakukan pemantapan materi bagi 22.162 KPPS yang bertugas di 3.166 TPS dalam pemilu 2024. Kedua, dalam pemilihan serentak 2024 menguatkan materi tungsura  untuk 10.409 anggota KPPS yang bertugas di 1.487 TPS. Ketiga, kegiatan pemantapan/penguatan tersebut dilakukan secara tatap maya melalui zoom dan  disiarkan secara live di kanal youtube KPU Bantul. Tujuan kegiatan pemantapan KPU Bantul tersebut menjadi bagian untuk melengkapi informasi yang disampaikan oleh PPK dan PPS pada saat Bimtek KPPS dan  mitigasi masalah dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan tahun 2024 termasuk antisipasi sengketa hasil.  Mestri menjelaskan selanjutnya hasil materi berbagi pengalaman ini akan menjadi catatan bersama untuk  dikirimkan ke KPU RI melalui link yang tertera dalam Surat Dinas KPU No 1109/2025.