Berita KPU BANTUL

KPU BANTUL LAKUKAN KUNJUNGAN KE POLRES BANTUL

KPU Bantul yang terdiri dari Ketua, Anggota dan Sekretaris melakukan kunjungan ke Polres Bantul pada Rabu (13/10) dan diterima langsung oleh Kapolres Bantul, AKBP Ihsan, S.I.K didampingi oleh  Kabag ops dan Kasat Intel Polres Bantul. Kapolres Bantul menyambut baik kunjungan yang dilakukan oleh KPU Bantul sebagai bentuk kemitraan dan koordinasi menyongsong tahapan Pemilu serentak 2024. Pada kesempatan tersebut Kapolres menyatakan kesiapannya untuk mendukung tahapan Pemilu terutama dari sisi pengamanan. Lebih lanjut kapolres juga menegaskan bahwa kerjasama yang sudah berjalan sampai saat ini seperti dalam hal pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, Polres berkomitmen untuk diteruskan dan akan memberikan dukungan data terutama untuk personil Polri yang purna tugas dan personil yang baru menjadi anggota Polri. Pada kesempatan yang sama Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho menyampaikan bahwa kunjungan KPU Bantul ke Polres Bantul dimaksudkan agar terjalin koordinasi yang intens terutama menyongsong Pemilu 2024. Didik menjelaskan bahwa tahapan awal yang akan dilaksanakan di tingkat daerah adalah verifikasi partai politik. Tahapan ini dimungkinkan akan dilaksanakan di pertengahan tahun 2022 sehingga diperlukan persiapan yang matang termasuk dalam hal pengamanan. Disela-sela kunjungan, KPU Bantul secara simbolis menyerahkan buku Bantul Memilih 2020 kepada Kapolres Bantul. Didik menegaskan kesuksesan pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020 salah satunya karena dukungan Polres Bantul disetiap tahapan. Sinergi dan koordinasi yang baik antara KPU Bantul dengan Polres Bantul menjadi kunci kesuksesan pelaksanaan tahapan Pemilihan. Didik berharap sinergi dan koordinasi antara KPU Bantul dengan Polres Bantul dapat terus berjalan baik terutama dalam menyongsong tahapan Pemilu serentak Tahun 2024.

BUPATI BANTUL LAUNCHING PEMILOS SLTP/MTS SE-KAB. BANTUL

Pada Rabu (13/10) Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih melaunching secara resmi Pemilos untuk SLTP dan MTS se-Kab. Bantul. Launching yang dilaksanakan di Gedung Induk Pemkab Bantul ini dihadiri oleh Ketua KPU DIY, Ketua, Anggota dan Sekretaris KPU Bantul serta instansi terkait lainnya. Pemilos tahun 2021 ini dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi E-Pemilos yang dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Bantul. Halim mengharapkan meskipun dilakukan secara online, antusiasme siswa untuk mengikuti pemungutan suara tetap tinggi karena pemilos sangat bermanfaat bagi kemajuan masing-masing sekolah. Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemilos adalah sarana menempa karakter sebagai warga negara khususnya dalam hal demokrasi, melalui pemilos siswa akan mengerti dan menerapkan arti demokrasi dalam kontek lingkungan siswa yaitu dari siswa, oleh siswa dan untuk siswa. Halim berpesan agar para siswa menggunakan hak pilihnya dengan pertimbangan rasional serta menghormati pilihan yang berbeda dari siswa yang lain. Pada kesempatan yang sama Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho menjelaskan bahwa Pemilos Serentak untuk SLTP/ MTS se-kab Bantul diikuti oleh 90 sekolah dengan jumlah siswa yang terlibat sebanyak 37.443 orang. Para siswa ini akan melakukan pemungutan suara sejak jam 09.00 sampai dengan pukul 14.30 WIB. Pemilos yang telah dilaksanakan sejak Tahun 2011 ini diharapkan menjadi investasi demokrasi di Bantul. Sehingga diharapkan para siswa yang mengikuti pemilos saat ini dapat menjadi pemilih yang cerdas atau penyelenggara yang professional pada Pemilu atau Pemilihan dimasa yang akan datang. Ketua Divisi Sosialiasasi dan Pendidikan Pemilih KPU Bantul, Musnif Istiqomah menerangkan bahwa tahapan pemilos serentak ini merujuk pada tahapan pemilu/ Pemilihan. Panitia Pemilihan OSIS (PPO) melakukan pemutakhiran daftar pemilih, menerima pendaftaran calon, melaksanakan kampanye serta melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara. Dalam pemilos siswa akan praktik langsung sebagai pemilih, sebagai penyelenggara dan sebagai kandidat calon Ketua OSIS. Lebih lanjut disampaikan bahwa didalam aplikasi E-Pemilos para siswa selain memilih (vote) dapat melihat profil kandidat calon ketua OSIS serta melihat hasil akhir E-Pemilos dimasing-masing sekolah.

KETUA KPU BANTUL MENJADI PANELIS DALAM DEBAT CALON KETUA OSIS

Sabtu (9/10) Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho menjadi panelis dalam debat calon ketua OSIS SMA N 2 Bantul yang digelar secara luring di aula SMAN 2 Bantul dan di siarkan live di YouTube KPU Bantul dan YouTube SMAN 2 Bantul. Kegiatan debat ini adalah bagian dari tahapan kampanye dalam pemilos serentak Tahun 2021. Pemilos tingkat SMA/SMK/MA yang akan dilaksanakan serentak se-Kabupaten Bantul pada tanggal 21 Oktober 2021 ini di SMAN 2 Bantul ada 3 (tiga) pasang calon yang akan bersaing. Yaitu, 1. Pasangan calon 1 : Rafi Ilham Ramadhan dan Jeni Putri Ardani, keduanya kelas 11. 2. Pasangan calon 2 : Zukhruf Alfa Yashifa dan Wibi Hastuti, keduanya kelas 11 3. Pasangan calon 3 : Raikhan Fajar Nur Iswar dan Mhammad Dzikri Saputra, keduanya kelas 10 Debat yang dipimpin oleh moderator Fakhri Maulana dan Aninda Tazkia Aulia ini menghadirkan 3 (tiga) orang panelis yaitu Ketua KPU Kabupaten Bantul, Didik Joko Nugroho, Sri Supriatini, SH.,M.Hum, Kepala Bidang Poldagri dan Ormas Badan Kesbangpol Kabupaten Bantul dan Kepala Sekolah SMAN 2 Bantul, Ngadiya, S.Pd.,MM. Seperti layaknya debat pasangan calon yang dilaksanakan oleh penyelenggara pemilihan, ada 5 sesi dalam debat yang dihadiri oleh Kepala Balai Dikmen Kabupaten Bantul, perwakilan dari Diskominfo, para Wakil Kepala Sekolah dan Ketua OSIS serta ketua MPK periode lalu ini. Yaitu, Sesi satu : Penyampaian visi misi dan program kerja pasangan calon Sesi dua : Tanya jawab antar kandidat pasangan calon Sesi tiga : Pemberian pertanyaan dari panelis kepada pasangan calon Sesi empat :Pemberian pertanyaan dari audiens kepada pasangan calon Sesi lima ; penyampaian closing statement dari masing-masing pasangan calon Pelaksanaan debat Alhamdulilah berjalan lancar dan tidak ada kendala. Di akhir acara, Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho berpesan kepada semua pasangan calon bahwa ajang pemilos ini untuk mengasah potensi diri, sudah selayaknya dalam kompetisi ada yang menang dan kalah, harapannya nanti yang menang bisa merangkul semua pasangan calon.

Membangun Demokrasi dari Sekolah

Dalam konteks negara demokrasi seperti Indonesia, menanamkan dan menumbuhkan nilai-nilai demokrasi seyogyanya dibangun dalam konteks lingkungan yang solid yaitu lembaga pendidikan. Hal ini senada dengan amanat Undang-Undan Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3 menyebutkan tujuan pendidikan nasional, salah satunya adalah mengembangkan dan membentuk watak generasi Indonesia menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggungjawab. KPU Kabupaten Bantul, bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan Lembaga Pendidikan serta Kemenag Kabupaten Bantul, berupaya membangun frame yang sama terkait konsep demokrasi yang mesti diwujudkan dalam lingkungan sekolah. Sinergi KPU dengan lembaga pendidikan/sekolah menemukan titik temu dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Tujuan PPKn dalam pembentukan watak generasi bangsa yang demokratis merupakan upaya membina generasi muda sebagai pribadi yang toleran, respek terhadap sesama, tidak diskriminatif, dan mampu mengambil peran dan keterlibatan diri di dalam kelompok-baik kelompok kecil maupun kelompok masyarakat lebih besar. Sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini kepada generasi bangsa. Melalui pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tumpuan dan harapan keberlangsungan demokrasi di Indonesia dibebankan.  Penguatan demokrasi melalui pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tidak cukup sekedar dengan penguasaan teori-teori tapi juga perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pemilihan Ketua OSIS mencoba menautkan pendidikan pemilih di satu sisi dan pendidikan kewarganegaraan di sisi lain. Pemilos menjadi ajang praktik berdemokrasi para siswa dalam lingkup sekolah. Paling tidak ada 3 hal penting yang dibentuk dalam kegiatan Pemilihan ketua OSIS. Menyiapkan siswa sebagai pemilih yg cerdas.  Sebagai bangsa yang akan turut serta dalam Pemilu dan Pemilihan, siswa perlu dibekali dengan pemahaman mengenai bagaimana peran yg dapat mereka lakukan dalam praktik demokrasi untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat.  Muatan materi pendidikan pemilih dalam pelaksanaan Pemilos, tidak hanya penting untuk mengenalkan peran yang dapat mereka mainkan, tetapi juga bagaimana cara yang tepat untuk menjalankannya, termasuk memahami dan mengkritisi calon, program, serta implikasi yang dapat terjadi akibat pilihan-pilihan politik tersebut. Dalam konteks negara demokratis, selain perlu menyiapkan siswa sebagai pemilih, perlu juga untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan (leadership) di kalangan siswa. Pemilos memberikan ruang bagi upaya membentuk para pemimpin masa depan dengan mengetengahkan dan menumbuhkan sikap kepemimpinan dalam lingkup sekolah dengan aktifitas kolektif yang positif. Pemilos juga menyiapkan siswa sebagai kader-kader penyelenggara yang kompeten dan berintegritas. Desain tahapan pemilos yang menyerupai tahapan pemilu dan pemilihan, akan menjadi bekal para siswa untuk siap menjadi penyelenggara ketika usia mereka sudah genap mencapai usia penyelenggara. Penguatan demokrasi melalui dunia pendidikan merupakan ikhtiar jangka panjang, guna menciptakan generasi yang demokratis di masa depan. Oleh sebab itu, Pemilihan Ketua Osis (Pemilos) diharapkan dapat menjadi langkah kecil untuk mendukung usaha membangun insan demokrasi melalui ruang-ruang pembelajaran formal.

KPU Bantul Mengikuti Kegiatan Sharing experience Penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP).

Jumát (01/10/21) Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD ) “Sharing Experience Penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP), yang diikuti oleh KPU Provinsi dan KPU Kab/Kota Seluruh Indonesia.” KPU Kabupaten Bantul menjadi salah satu audiens yang berkesempatan untuk ikut dalam kegiatan ini. Ilham Saputra sebagai Ketua KPU RI memberikan sambutan dan arahan sekaligus membuka acara secara resmi terkait kegiatan FGD ini, dalam sambutannya Ilham menegaskan KPU akan terus berupaya untuk mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) agar dapat menjadi hasil resmi pemilu dan pemilihan serentak Tahun 2024, untuk itu diperlukan dukungan dan peran penting dari semua jajaran KPU sampai daerah dalam mensukseskan penggunaan aplikasi sirekap. Evi Novida Ginting Manik Divisi Teknis  KPU RI menjelaskan SIREKAP adalah Instrumen yang digunakan oleh KPU untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, mengurangi tingkat kesalahan, mempersingkat waktu, dan menjaga kemurnian hasil penghitungan suara di TPS, Evi juga menekankan bahwa Aplikasi Sirekap, sangat bagus cara kerja dan fiturnya, bahkan kalau bisa berjalan lancar, kemungkinan besar bisa mengalahkan Quick Count, sebab Sirekap hasilnya real time, real count dengan margin error yang sangat rendah. 24 jam pasca TPS ditutup, 95% data bisa masuk server semua. Evi menambahkan, KPU RI secara intensif terus melakukan Evaluasi, semua kekurangan Aplikasi SIREKAP sudah dilakukan perbaikan, KPU juga terus mendorong regulasi penggunaan sirekap, namun penggunaan aplikasi sirekap tidak akan berhasil maksimal tanpa adanya peran pengendalian KPU Provinsi dan Kab/kota dalam menjalankan instruksi KPU RI, dibutuhkan kepemimpinan yang effektif dimasing masing tingkatan.

KETUA KPU BANTUL MENJADI NARASUMBER DALAM KULIAH UMUM PRODI PPKN UAD

Hari ini, Sabtu (2/10) Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho menjadi narasumber tunggal dalam kuliah umum semester gasal tahun akademik 2021/2022 yang diadakan oleh Program Studi  Pendidikan Pancasila (PPKN) dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan dengan tema Pendidikan Pemilih untuk Meningkatkan Kualitas  Partisipasi Pemilih Pemula. Kuliah umum yang dibuka oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dr Trikinasih Handayani, M.Si ini diikuti baik oleh mahasiswa UAD maupun masyarakat umum. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi PPKn Universitas Ahmad Dahlan, Dikdik Baihaqi Arif, M.Pd menyampaikan bahwa acara hari ini adalah salah satu implementasi dari Perjanjian Kerjasama (PKS) antara KPU Kabupaten Bantul dan Universitas Ahmad Dahlan salah satunya yaitu Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang sudah ditandatangani sebelumnya. Dalam materinya, Ketua KPU Kabupaten Bantul menyampaikan strategi pendidikan pemilih yang dilakukan oleh KPU Bantul dalam tahun 2021 ini. Yaitu melalui 1. Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) untuk siswa jenjang SLTP dan SLTA dengan segmen pemilih pra pemilih pemula dan pemilih pemula, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bantul, Kementerian Agama Kabupaten Bantul dan Balai Dikmen 2. Program Desa Pelopor Demokrasi untuk para relawan demokrasi bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bantul dan Perguruan Tinggi 3. Pembuatan konten edukasi pemilih melalui medsos (Website, Instagram, Facebook dan Youtube) untuk warga internet/netizen serta 4, Mengadakan webinar secara daring dan pembuatan podcast Respon yang diberikan audiens cukup baik, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang muncul pada sesi tanya jawab. Di akhir diskusi, Didik Joko Nugroho menegaskan bahwa mahasiswa bisa berperan aktif dalam ikut serta pada pendidikan pemilih yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Bantul dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat terutama pemilih pemula.