Berita KPU BANTUL

DISKUSI TEMATIK KEPEMILUAN “PPID”

Diskusi tematik yang dilaksanakan, Rabu, 17 November 2021 dipantik oleh Martupon, pelaksana Subbag Teknis dan Hupmas dengan mengambil topik tentang Pelayanan PPID di KPU Bantul dan diikuti oleh seluruh pegawai KPU Bantul masih secara daring. Dimoderatori oleh Kasubbag Teknis Hupmas dan Wakil Ketua Divisi SDM Parmas, Wuri Rahmawati sebagai pembahas. PPID yang merupakan singkatan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi sering diartikan sebagai pelayanan informasi publik. Di KPU Kabupaten Bantul, PPID dipegang oleh Kasubbag Teknis dan Hupmas, Sekretaris KPU Bantul sebagai atasan PPID dan para komisioner sebagai pengarah.  PPID muncul sebagai solusi pencari data atau informasi pada Instansi/lembaga pemerintah yang sebelumnya merupakan hal yang tidak mudah. Dengan adanya PPID, pemohon mejadi lebih mudah dan cepat dalam mendapatkan data maupun informasi yang dibutuhkan. Dalam pembahasannya, Wuri Rahmawati menyampaikan bahwa dalam pelayanan PPID ada yang melalui mekanisme offline maupun online. Dalam pelayanan ini, ada beberapa yang perlu kita siapkan dan perhatikan. Diantaranya yaitu perlu adanya nomer Whatsapp khusus kantor untuk pelayanan PPID, adanya petugas yang selalu siap di ruang PPID untuk melayani, link website PPID yang valid, menambah menu pada website dan yang tidak kalah penting yaitu kita perlu memasifkan mekanisme PPID yang telah ada. ”Sehingga publik mengetahui bagaimana cara mendapatkan informasi publik di KPU Bantul” tegas Wakadiv SDM Parmas ini.  

SONGSONG PEMILU 2024, KPU BANTUL KUKUHKAN KADER PELOPOR DEMOKRASI

Pada Sabtu (06/11) sebanyak 25 Kader Pelopor Demokrasi Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan dikukuhkan oleh Komisioner KPU RI, I Dewa Raka Sandi. Pengukuhan yang dilaksanakan di Balai Kalurahan Ngestiharjo ini disaksikan oleh Ketua KPU DIY, Sekda Bantul serta Ketua, Anggota dan Sekretaris KPU Bantul. Pada kesempatan tersebut Raka Sandi menegaskan bahwa kegiatan Pendidikan pemilih berbasis desa ditujukan agar mendekatkan masyarakat terhadap isu-isu kepemiluan. Melalui strategi ini diharapkan pada saat tahapan pemilu sudah berjalan, pihak terkait di tingkat desa baik pemerintah kalurahan maupun tokoh-tokoh masyarakat dapat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan tahapan Pemilu serentak tahun 2024. Raka Sandi mengharapkan kader-kader pelopor demokrasi ini dapat tampil dalam penyelenggaraan pesta demokrasi baik itu pemilu maupun pemilihan kepala daerah. Kader pelopor demokrasi harus dapat memastikan berjalannya proses demokrasi secara berkualitas. Pada kesempatan yang sama Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis menyampaikan apresiasi kepada KPU Bantul yang telah menginisiasi kegiatan Desa Pelopor Demokrasi di beberapa kalurahan di Bantul. Helmi berharap setelah adanya kader desa pelopor demokrasi ini maka masyarakat akan lebih dewasa dalam hal berdemokrasi dan berpolitik. Pengetahuan dan komptensi yang didapatkan selama mengikuti pembekalan harus diterapkan diwilayahnya masing-masing. Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho menuturkan bahwa untuk Tahun 2021 ini kegiatan Desa Pelopor Demokrasi dilaksanakan di 3 Kalurahan yaitu Ngestiharjo, Bangunharjo dan Banguntapan. Penetapan ketiga kalurahan ini menjadi desa pelopor demokrasi karena pada saat pemilihan tahun 2020 angka partisipasi pemilihnya masih dibawah rata-rata angka partisipasi tingkat kabupaten (80,32%). Selain itu diketiga kalurahan ini antusiasme untuk mendaftar sebagai penyelenggara pemilu baik PPS dan KPPS masih rendah. Kedepan kader pelopor demokrasi juga akan didampingi penguatan kompetensi kepemiluannya oleh prodi Ilmu Pemerintahan, Fisipol UMY. Dengan keberadaan kader pelopor demokrasi ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak masyarakat khususnya dalam hal peningkatan kuantitas dan kualitas pemilu dan pemilihan Tahun 2024.

BUPATI BANTUL KUKUHKAN KETUA OSIS TERPILIH HASIL PEMILOS SERENTAK 2021

Pada Senin (01/11) Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengukuhkan Ketua OSIS terpilih hasil Pemilos Serentak se-Kabupaten Tahun 2021. Pengukuhan yang dilakukan secara virtual ini diikuti oleh 144 sekolah dari jenjang SMP/Mts dan jenjang SMA/SMK/MA se-Kabupaten Bantul. Bupati Bantul berpesan kepada  Ketua OSIS terpilih untuk segera melakukan konsolidasi dengan pengurus OSIS lainnya dalam melaksanakan program kerja. Selain itu Halim berpesan Ketua OSIS agar tetap menjaga prestasi meskipun menjabat sebagai Ketua OSIS, keaktifan diorganisasi harus diimbangi dengan prestasi intelektual sehingga dapat menjadi contoh baik bagi siswa yang lain. Pada kesempatan yang sama Ketua KPU RI, Ilham Saputra yang menjadi pembicara kunci dalam webinar bagi pemilih pemula memberikan apresiasi kepada KPU Bantul yang telah sukses melaksanakan Pemilos Serentak Tahun 2021 bekerjasama dengan pihak terkait. Pemilos merupakan pengenalan pendidikan politik kepada pemilih pemula. Lebih lanjut ditegaskan  bahwa sekolah hakekatnya adalah gambaran kecil sebuah negara. Oleh karena itu Ketua OSIS sebagai pemimpin para siswa harus dapat mewujudkan demokrasi yang baik dimasing-masing sekolah. Ilham menambahkan bahwa untuk mewujudkan demokrasi yang baik maka Ketua OSIS perlu untuk mendengarkan aspirasi siswa sebagai representasi warga OSIS. Ketua OSIS dalam menjalankan program dan kegiatannya juga perlu untuk membangun kepercayaan publik utamanya kepada semua siswa dan juga bapak/ibu guru. Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho menyampaikan dalam Pemilos Serentak Tahun 2021 jumlah siswa yang tercatat sebagai pemilih sebanyak 61.336 siswa sedangkan yang menggunakan hak pilih sebanyak 48.475. Pemilos yang kali pertama dilaksanakan dengan metode E-Pemilos mencatatkan tingkat partisipasi yang cukup tinggi  sebesar 79% . Didik menambahkan aplikasi E-Pemilos yang dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kab.Bantul ini dapat dijalankan secara mudah oleh para siswa tidak ada kendala sejak proses memilih (vote) sampai dengan proses rekapitulasi penghitungan suara. Pemilos di Bantul sudah dilaksanakan oleh KPU Bantul sejak Tahun 2011 dan sejak tahun 2015 Pemilos dilaksanakan secara serentak di seluruh Bantul bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Bantul, Kemenag Bantul serta Balai Dikmen Bantul.

SINERGIKAN DATA PEMILIH, KPU BANTUL UNDANG PANEWU SE-BANTUL

Bantul-KPU Kabupaten Bantul selenggarakan rapat koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan, Rabu (27/10/2021). Hadir dalam acara tersebut Bagian administrasi pemerintahan Pemkab Bantul, Panewu di wilayah Kabupaten Bantul, jajaran Komisioner dan Sekretariat KPU Kabupaten Bantul. Ketua KPU Kabupaten Bantul, Didik Joko Nugroho menyampaikan bahwa Panewu mempunyai peran penting dalam mensukseskan pemilihan Bupati Bantul tahun 2020. Indikator kesuksesan tersebut antara lain tidak adanya kluster pemilihan untuk penyebaran Covid-19, tingkat partisipasi tinggi sebesar 81,32%, dan tidak adanya sengketa hukum atas hasil pemilihan. “Kesuksesan ini tentu perlu dijaga. KPU Kabupaten Bantul berupaya menjaganya dengan melakukan pendidikan pemilih dan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan”,imbuhnya. Forum hari ini merupakan agenda Divisi Perencanaan Data dan Informasi untuk melakukan sosialisasi sekaligus membangun sinergitas dengan Kapanewon dalam kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. “Ide dan masukan dari bapak/ibu Panewu terkait Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan ini sangat kami harapkan sehingga tujuan untuk mewujudkan daftar pemilih berkelanjutan yang akurat dapat tercapai”,pungkasnya. Sesuai amanah Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, KPU berkewajiban melakukan pemutakhiran data dan memelihara data pemilih secara berkelanjutan dengan memperhatikan data kependudukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan dilakukan setiap bulan oleh KPU Kabupaten Bantul berdasarkan Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Bupati Tahun 2020 yaitu sebanyak 704.668 pemilih,jelas Wuri Rahmawati, Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Bantul. Dari hasil pemutakhiran bulan September 2021, jumlah Daftar Pemilih Berkelanjutan di Kabupaten Bantul sebanyak 692.083 pemilih. Terjadi penurunan jumlah pemilih karena adanya pandemi Covid 19 yang menyebabkan tingginya angka kematian penduduk, keterbatasan sumberdata dan minimnya tanggapan masyarakat, imbuhnya. Menurut Wuri, peran Panewu sangat penting dalam mendorong masyarakat menyampaikan tanggapan apabila terjadi perubahan elemen data kependudukan seperti meninggal dunia,pindah keluar Kabupaten Bantul, pindah masuk Kabupaten Bantul, pindah ke Kapanewon atau Kalurahan lain di wilayah Kabupaten Bantul, genap berusia 17 tahun, menikah sebelum usia 17 Tahun, pensiunan TNI/POLRI, anggota baru TNI/POLRI dan sebagainya. Perubahan elemen data kependudukan tersebut dapat disampaikan melalui link http://bit.ly/formdpbkpubantul2021, pungkasnya. Dalam koordinasi tersebut perwakilan panewu menyatakan akan mendukung kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan yang dilaksanakan oleh KPU Kab. Bantul. Adapaun bentuk dukungan dari kapanewon antara lain publikasi melalui media sosial dan papan pengumuman di kantor Kapanewon serta mensosialisasikan kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan melalui forum atau rapat resmi  di Kapanewon. (r)        

PULUHAN RIBU SISWA SLTA DIBANTUL IKUTI PEMILOS ONLINE

Sebanyak 31.779 siswa SMA/SMK/MA se- Bantul mengikuti Pemilos yang digelar secara serentak pada Kamis (21/10). Launching Pemilos untuk jenjang Pendidikan menengah ini dilakukan secara virtual oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. Pelaksanaan Pemilos Tahun 2021 dilaksanakan secara online dengan menggunakan aplikasi E-Pemilos. Aplikasi E-Pemilos ini dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Bantul setelah sebelumnya dilakukan uji keamanan aplikasi dan dinyatakan aman untuk digunakan. Halim mengharapkan meskipun dilaksanakan secara online, antusias siswa dalam mengikuti pemilos tetap tinggi, hal ini karena pemilos adalah bentuk demokrasi dikalangan siswa utamanya untuk menjalankan prinsip demokrasi yaitu dari siswa, oleh siswa dan untuk siswa. Lebih lanjut disampaikan bahwa melalui pemilos para siswa dapat mendapatkan nilai-nilai demokrasi seperti toleransi, menghargai pendapat orang lain dan menghargai perbedaan pilihan. Nilai-nilai demokrasi ini akan menjadi bekal para siswa yang notabene adalah pemilih pemula ketika suatu saat akan menjadi pemilih dalam Pemilihan umum maupun dalam pemilihan kepala daerah. Pada kesempatan yang sama Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho menjelaskan bahwa pemilos untuk jenjang Pendidikan menengah ini diikuti oleh 74 sekolah baik SMA/SMK/MA se-Bantul. Sebelum pelaksanaan pemilos, telah dilakukan beberapa tahapan Pemilos antara lain pemutakhiran data pemilih, pencalonan serta kampanye dimasing-masing sekolah baik secara online maupun tatap muka terbatas. Didik menambahkan bahwa para siswa SMA/SMK/MA peserta Pemilos ini mempunyai posisi strategis karena pada Pemilu 2024 nanti akan menjadi pemilih pemula. Selain aktif sebagai pemilih pemula, para siswa yang sudah mempunyai hak pilih ini kedepannya dapat menjadi penyelenggara pemilu khususnya menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Bantul, Musnif Istiqomah menerangkan bahwa Pemilos untuk jenjang Pendidikan menengah yang sudah berlangsung sejak Tahun 2011 ini merupakan kerjasama antara KPU Bantul dengan beberapa instansi antara lain Kesbangpol Bantul, Dinas Kominfo Bantul, Kemenag Bantul serta Balai Dikmen Bantul. Para Ketua OSIS terpilih hasil pemilos Tahun 2021 selanjutnya akan dikukuhkan diakhir bulan Oktober ini. Ketua OSIS terpilih selanjutnya akan dibekali dengan kemampuan mengelola organisasi dan kepemimpinan. Selain itu para ketua OSIS terpilih juga akan selalu menjalankan koordinasi dalam komunitas pelajar peduli demokrasi (KOMPAK) yang telah terbentuk sejak tahun 2020 yang lalu.