Berita KPU BANTUL

KPU BANTUL TETAPKAN NAMA-NAMA ANGGOTA DPRD KABUPATEN BANTUL TERPILIH

amis (2/5) KPU Kabupaten Bantul mengadakan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Jumlah Kursi dan Calon Terpilih Calon Anggota DPRD Kabupaten Bantul pada Pemilu Tahun 2024 di Hotel Ros In Yogyakarta. Acara yang mengundang Forkopimda, Ketua Bawaslu, Stakeholder terkait, Partai Politik dan Media ini disiarkan secara langsung melalui streaming Youtube KPU Bantul. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Bantul menyampaikan bahwa penetapan ini terlaksana setelah ada surat dari Mahkamah Konstitusi yang menyatakan KPU Kabupaten Bantul tidak ada gugatan pada Pemilihan Legislatif. Ketua dan anggota KPU Kabupaten Bantul secara bergantian membacakan surat keputusan KPU Bantul Nomor 318 Tahun 2024 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilu Anggota DPRD Kabupaten Bantul pada Pemilu Tahun 2024. Disebutkan bahwa dalam 6 daerah pemilihan (Dapil) PKB mendapat 7 kursi, Gerindra 6 kursi, PDIP 12 kursi, Golkar 6 kursi, PKS 6 kursi, PAN 2 kursi, Demokrat 3 kursi, PPP 2 kursi dan Ummat 1 kursi. Selain itu juga membacakan SK Nomor 319 Tahun 2024 tentang Penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten Bantul dalam Pemilu 2024. Untuk Dapil 1 diisi oleh Subhan Nawwawi (PKB) Theodora Ratna Widiastuti (PDIP), Yuliana Tumonglo (Demokrat), Pramu Diananto Indratriatmo (PDIP), Suwandi, (Ummat), Herdimas Indranugraha Putra (Golkar), Agung Laksmono (PKS) dan Aurely Putri Anjani (Gerindra). Dapil 2 terdiri dari Mahmudin (PKB), Nur Yuni Astuti (PDIP), Titis Ajeng Ganis Mareti(Gerindra), Salsha Aurellia Daninsky (PAN), Edy Prabowo (Demokrat), Ahmad Agus Sofwan (PKS), Endro Sulastomo (PDIP) dan Teguh Santoso (Golkar). Dapil 3 diisi oleh Hanung Raharjo (PDIP), Rony Wijaya Indra Gunawan (Demokrat), Suratman (PDIP), Dhony Kristanto (Gerindra), Yasmuri (PKB), Nur Kholis Majid (PKS) dan Sri Rahayu Astuti (Golkar). Dapil 4 diisi oleh Dwi Kristiantoro (PDIP), Ani Widayani (PDIP), Paidi (Golkar), Saryanto (Gerindra), Herry Fahamsyah (PAN), Muhammad Dhavid (PKS), Suradal dan Sukardiyono (PKB). Dapil 5 terdiri dari Dody Purnomo Jati (PDIP), Heru Sudibyo (Golkar), Sugeng Sudaryanta (PDIP), Muhammad Agusalim (PKB), Sapta Sarosa (PPP), Jumirin (Gerindra) dan Nur Huda Waskitha Yoga (PKS). Sedangkan Dapil 6 diisi oleh Jumakir (PPP), Johan Munandar (PKB), Datin Wisnu Pranyoto (Gerindra), Sapto Priyono (Golkar), Purwana (PDIP), Agustinus Sulistyodjati (PDIP) dan Arif Haryanto (PKS). Semua yang hadir mendapatkan 2 (dua) Salinan SK tersebut.

KPU ADAKAN EVALUASI BADAN ADHOC

Senin-Selasa (29-30/4) KPU Kabupaten Bantul mengadakan Rapat Evaluasi Pembentukan dan Kinerja Badan Adhoc Pemilu Tahun 2024 di Hotel Grand Rohan Jogja. Acara yang mengundang seluruh PPK, PPS, Sekretaris PPK, Sekretaris PPS Pemilu 2024, Panewu, Lurah dan Instansi terkait ini dibagi 2 gelombang. Gelombang pertama untuk wilayah kapanewon yang masuk dalam dapil 2 DIY yakni Banguntapan, Piyungan, Dlingo, Pleret, Imogiri, Kretek, Jetis, Pundong dan Bambanglipuro pada hari Senin (29/4), Sedangkan gelombang 2 pada hari Selasa (30/4) untuk kapanewon yang masuk dalam dapil 3 DIY yakni Bantul, Sewon, Pandak, Pajangan, Sanden, Srandakan, Kasihan dan Sedayu. Dalam sambutannya Ketua KPU Kabupaten Bantul Joko Santosa menegaskan bahwa tolok ukur kesuksesan Pemilu adalah angka partisipasi yang tinggi dan tidak adanya gugatan Pemilu. Angka partisipasi Pilpres di Bantul tertinggi se DIY yakni 90,53% dan partisipasi Pileg 89 %, di atas target partisipasi nasional. KPU Kabupaten Bantul juga hanya ada gugatan Pilpres sedangkan Pileg tidak ada. Kesuksesan ini tidak lepas dari soliditas yang dimiliki KPU dan badan adhoc serta komunikasi yang baik dengan stakeholder terkait di tingkat kabupaten maupun kapanewon dan kalurahan.

KPU ADAKAN EVALUASI BADAN ADHOC

Senin-Selasa (29-30/4) KPU Kabupaten Bantul mengadakan Rapat Evaluasi Pembentukan dan Kinerja Badan Adhoc Pemilu Tahun 2024 di Hotel Grand Rohan Jogja. Acara yang mengundang seluruh PPK, PPS, Sekretaris PPK, Sekretaris PPS Pemilu 2024, Panewu, Lurah dan Instansi terkait ini dibagi 2 gelombang. Gelombang pertama untuk wilayah kapanewon yang masuk dalam dapil 2 DIY yakni Banguntapan, Piyungan, Dlingo, Pleret, Imogiri, Kretek, Jetis, Pundong dan Bambanglipuro pada hari Senin (29/4), Sedangkan gelombang 2 pada hari Selasa (30/4) untuk kapanewon yang masuk dalam dapil 3 DIY yakni Bantul, Sewon, Pandak, Pajangan, Sanden, Srandakan, Kasihan dan Sedayu. Dalam sambutannya Ketua KPU Kabupaten Bantul Joko Santosa menegaskan bahwa tolok ukur kesuksesan Pemilu adalah angka partisipasi yang tinggi dan tidak adanya gugatan Pemilu. Angka partisipasi Pilpres di Bantul tertinggi se DIY yakni 90,53% dan partisipasi Pileg 89 %, di atas target partisipasi nasional. KPU Kabupaten Bantul juga hanya ada gugatan Pilpres sedangkan Pileg tidak ada. Kesuksesan ini tidak lepas dari soliditas yang dimiliki KPU dan badan adhoc serta komunikasi yang baik dengan stakeholder terkait di tingkat kabupaten maupun kapanewon dan kalurahan.

KPU BANTUL GELAR SIMULASI PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA BERSAMA PEMANGKU KEPENTINGAN DI KABUPATEN BANTUL

KPU Kabupaten Bantul menggelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Penggunaan Aplikasi Sirekap bersama pemangku kepentingan di Kabupaten Bantul, Rabu (24/1/2024), di Hotel Grand Rohan Jogja. Kegiatan ini digelar untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai proses penyelenggaraan Pemilu 2024.   Ketua KPU Kabupaten Bantul, Joko Santosa menjelaskan, kegiatan simulasi ini memiliki dua tujuan. Pertama, untuk mencari alur pencoblosan. Kedua, untuk mengetahui bagaimana Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) memberikan pelayanan pada pemilih.   "Tanggal 25 Januari 2024 akan melantik KPPS di 3.166 TPS. Pasca itu akan diselenggarakan bimbingan teknis (Bimtek, red) pada KPPS. Hari ini PPK kita undang untuk simulasi, harapannya mentransformasi pengetahuan ke KPPS pada 26 Januari sampai 29 Januari," papar Joko dalam sambutannya.   Pada kegiatan yang sama, Ketua Divisi (Kadiv) Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Bantul, Mestri Widodo menyampaikan, kegiatan simulasi ini digelar untuk memberikan gambaran proses Pemilu. Seperti proses Pemilu sebenarnya, simulasi ini juga akan dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu pemungutan, penghitungan, dan pengisian C hasil plano selesai, hingga memberikan C hasil salinan kepada semua saksi yang hadir.   Hanya saja sebagai pembeda, pada kegiatan ini disimulasikan empat pasangan calon. Pada Pemilu 2024 juga akan digunakan aplikasi Sirekap, yang merupakan alat bantu rekapitulasi C hasil plano untuk diteruskan kepada KPU secara berjenjang hingga tingkat nasional.   "Sirekap juga membutuhkan kelola saksi. Salah satu bagian penting meminta identitas dan nomor HP untuk dikirim C hasil salinan kepada PPS, saksi, dan Pengawas. Ini akan jadi salah satu alat pengontrol, apakah hasil rekapitulasi betul," papar Mestri.   Kegiatan simulasi pemungutan dan penghitungan suara ini dihadiri oleh seluruh jajaran KPU Bantul, aparat penegak hukum, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan peserta Pemilu, perwakilan organisasi masyarakat (Ormas), Panewu, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Ketua Paguyuban Lurah dan Dukuh, serta sejumlah media massa di Kabupaten Bantul.